KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan hidayah dan karunia-Nya,
sehingga laporan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran ini dapat terselesaikan.
Laporan ini disusun sebagai tugas kelompok mata kuliah Pengantar Ilmu
Pendidikan dari hasil kegiatan observasi di SMA MUHAMMADIYAH 1 Kramat, Jakarta.
Namun, kami
menyadari laporan ini tidak dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik
tanpa bantuan dari berbagai pihak, Oleh karena itu penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Hj. Sri Rahmiasih, S.Pd. selaku kepala sekolah di SMA
MUHAMMADIYAH 1 yang berkenan memberikan ijin
untuk mengadakan observasi di sekolah tersebut.
2. Muamar
S.Pd. selaku guru fisika kelas X, XI, XII yang telah bersedia menjadi objek pengamatan sekaligus narasumber untuk
observasi.
3.
Dra. Olga D. Pandeirot selaku dosen
pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan dan dukungan.
4.
Orang tua yang telah memberikan dukungan baik material maupun spiritual.
5.
Kerja keras dari satu kelompok yang telah bekerja sama dalam kegiatan observasi.
6. Teman- teman yang banyak memberikan masukkan dan informasi, juga kepada semua
pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Saran dan
kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan laporan observasi ini
karena kami menyadari bahwa laporan observasi ini masih banyak kekurangan.
Semoga laporan observasi ini memberi manfaat bagi pembacanya.
Jakarta, 22 Febuari 2014
penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
B.
Tujuan
C.
Identitas
Sekolah
D.
Pelaksanaan
Observasi
E.
Rumusan
Masalah
F.
Pelaksanaan
Observasi / Wawancara
BAB II : PEMBAHASAN
A.
Latar
Belakang
I.
Pendidikan
Sebagai Suatu Ilmu
II.
Sifat-sifat
Ilmu Pendidikan
III.
Pertanggung
Jawaban Ilmiah/Sifat Keilmuan dari Ilmu Pendidikan
IV.
Hubungan
Antara Teoritis dan Praktis Pada Ilmu Pendidikan
BAB III : PENUTUP
A.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan salah satu factor penting yang dapat digunakan merealisasi
bakat-bakat yang dibawa manusia sejak lahir (talenta, teori konvergensi). Akhir
dari keadaan masyarakat yang seperti itu adalah pencapaian cita-cita bangsa
sesuai dengan isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4 ayat 1 yang
diantara lain disebutkan . . . memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa. Dan mensejahterahkan
bangsa menurut UU No. 2 tahun 1989 pasal 4 dapat juga diperoleh melalui usaha
membangun manusia seutuhnya, artinya beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi perkerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan,
kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta
bertanggung jawab terhadap masyarakat dan kebangsaan.
Pendidikan
dalam arti luas tidak hanya yang bersifat klasikal (formal) tetapi juga yang
tidak klasikal (non fomal), keduanya harus terpadu, saling mengisi,
berkelanjutan atau kontinu dan tidak pernah berhenti sampai ahkir hayat
(pendidikan sepanjang hayat dan UU No. 2 tahun 1989 pasal 10).
I.
Pendidikan
Sebagai Suatu Ilmu
Perkembangan pemikiran manusia dalam memberikan batasan
tentang makna dan pengertian pendidikan, setiap saat selalu menunjukkan adanya
perubahan. Perubahan itu didasarkan atas berbagai temuan dan perubahan di
lapangan yang berkaitan dengan semakin bertambahnya komponen sistem pendidikan
yang ada. Berkembangnya pola pikir para ahli pendidikan, pengelola pendidikan
dan pengamat pendidikan yang membuahkan teori-teori baru.
Ilmu ialah, pengetahuan yang telah diuji
kebenarannya, membahas tentang hal-hal yang dapat diamati (observebal), usaha
pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistema mengenai kenyataan, struktur,
pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki
(alam, manusia dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang
dibantu penginderaan manusia itu, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset
dan eksperimental.
Ciri-ciri
ilmu terdapat empat macam, antara lain jelas objeknya (mempunyai ontologis
ilmu), mempunyai metode/cara tertentu (epistimologi ilmu), bersifat sistematis,
bersifat universal, mempunyai kegunaan bagi kesejahteraan hidup manusia
(aksiologis ilmu).
A.
Objek ilmu pendidikan adalah:
1.
Objek materi ialah apa yang di pelajari dan dikupas
sebagai bahan (materi) pembicaraan.
2.
Objek formal ialah cara pendekatan yang dipakai atas
objek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan/mengkhususkan bidang.
B.
Metode ilmu pendidikan atau epistimoloigi ilmu
pendidikan:
1.
Metode deduktif dan metode induktif, artinya
pertama-tama menggunakan analisis teoritis dalam membentuk kerangka berpikir
dan hipotesis kemudian hipnotesis diuji secara induktif yaitu dibuat suatu
generalisasi dengan mengadakan verifikasi dilapangan.
2.
Objek formal adalah situasi pendidikan pergaulan yang
bersifat khusus antara orang dewasa dan anak yang belum dewasa yang bertujuan
untuk mendewasakan anak.
C.
Bersifat sistimatis
Bersifat sistimatis artinya penjelasan-penjelasan
diuraikan dalam suatu rangkaian yang menyeluruh, yang bagian-bagiannya saling
berketergantungan dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.
D.
Bersifat universal
Maksud disini adalah secara umum berlaku dimana saja.
E.
Mempunyai dasar aksiologis ilmu
Mempunyai kegunaan dan nilai-nilai dalam membangun
kehidupan manusia.
II.
Sifat-sifat
Ilmu Pendidikan
Pendidikan adalah suatu
proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa
untuk mencapai kedewasaannya, dan sebagai usaha manusia untuk menyiapkan
dirinya untuk kehidupan yang bermakna. Atau juga bisa diartikan suatu usaha
yang dilakukan orang dewasa dalam situasi pergaulan dengan anak-anak melalui
proses perubahan yang dialami anak-anak dalam bentuk pembelajaran atau
pelatihan dan perubahan itu meliputi pemikiran (kognitif), perasaan (afektif)
dan keterampilan (psikomotorik).
Sifat-sifat ilmu pendidikan
bersifat:
1.
Terbuka, memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain mencapai
tujuannya (psikologis, antropologis, social, kebudayaan, ekonomi, filsafat,
politik, ideology).
2.
Teoritis, mengakaji bidang keilmuannya secara luas
(profesional) sampai hal-hal yang
sekecil-kecilnya atau atomistic.
3.
Praktis/terapan, teori-teori yang dikaji digunakan
untuk melancarkan proses pendidikan.
4.
Normatif memiliki ciri-ciri dasar atau aturan yang
mendukung aturan-aturan dasar yang sudah baku.
5.
Deskriptif, menggambarkan seluruh peristiwa belajar
dengan tepat atau apa adanya atau tidak dimanipulasi dan mulai siapa siswa, apa
yang telah diajarkan sampai nilai yang diberikan harus betul-betul
menggambarkan perolehan hasil belajar anak.
III.
Pertanggung
Jawaban Ilmiah/Sifat keilmmuan dari Ilmu Pendidikan
Pertanggung jawaban yang perlu
diperhatikan adlaah menyangkut tentang aktivitas/perbuatan/action mendidik
hendaknya tidak terlepas dari kegiatan ilmiah yaitu dimulai dari perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi semuanya bersifat sistematis, menggunakan
metode-metode khusus dan hasilnya adanya perubahan sikap dan tingkah laku yang
tampak (progresif, positif, dan produktif).
Semua tugas perlu dipertanggungjawabkan termasuk ilmu pendidikan.
Pertanggung jawabannya harus dapat dikembalikan pada tujuan yang akan dicapai
dan pengatasan kendala-kendala yang muncul.
IV.
Hubungan
Antara Teoritis dan Praktis Pada Ilmu Pendidikan
Pada dasarnya semua ilmu dapat dibagi menjadi 2 yaitu ilmu murni dan ilmu
terapan.
· Ilmu Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas atau mendalami ilmu itu sendiri. Dalam
pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori
pendidikan secara dalam.
· Imu Terapan
Ilmu terapan
adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat
yang memudahkan kehidupan).
Perbedaan Ilmu Pengetahuan Murni dan Terapan:
* Ilmu
Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan
pengetahuan baru. Misalnya, penelitian mata manusia.
* Sedangkan
Ilmu Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan
mencari solusi dari sebuah masalah. Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat
bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan
Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi perkembangan
ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Hubungan
Antara Teoritis(Ilmu Murni) dan Praktis(Ilmu Terapan)
Pada Ilmu
Pendidikan (Teknologi)
Ilmu
pengetahuan murni (Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan Ilmu pengetahuan
terapan(teknologi) merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain.
Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan
sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas
dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan
ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain
pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut
dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Didalam
pendidikan mengajar terhadap anak ada belajar formal, non formal, dan in
formal. Ilmu pendidikan adalah suatu
kumpulan pengetahuan atau konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode
tertentu yang bersifat ilmiah yang menyelidiki.
Pendidikan, suatu proses bantuan yang diberikan oleh
orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, dan
sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.
Atau juga bisa diartikan suatu usaha yang dilakukan orang dewasa dalam situasi
pergaulan dengan anak-anak melalui proses perubahan yang dialami anak-anak
dalam bentuk pembelajaran atau pelatihan dan perubahan itu meliputi pemikiran
(kognitif), perasaan (afektif) dan keterampilan (psikomotorik).
Keaktifan siswa dalam proses belajar dipengaruhi dari
metode pembelajaran yang dipilih oleh guru dan bagaimana cara guru
membuat siswa tertarik dalam mengikuti pelajaran. Maka guru dalam menyampaikan materi
kepada siswa harus berfariasi. Jika siswa menyenangi pelajaran yang diberikan
oleh guru, maka siswa akan semangat dan aktif dalam mengikuti pelajaran yang
disampaikan oleh guru. Sehingga guru harus bisa memahami kondisi belajar maupun
siswa yang akan diajar. Sehingga siswa bisa mengikuti proses pembelajaran
dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
·
N.K, Roestiyah, 1990.Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
·
Sanjaya, Wina, 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta:
Media Prenada.
· Driyarka,
1980. Tentang Pendidikan, Yogyakarta:
Kanisius
· Langeveld,
mj 1960. Paedagogik Teoritis Sistematis
(terjemahan), Bandung: Jenmars
· Bernadib,
Sutan Imam, Pengantar Ilmu Pendidikan
Sistematis, Yogyakarta, FIP IKIP, 1986
· Martina
Meilanie, Sri, Pengantar Ilmu Pendidikan,
Jakarta: Universitas Negri Jakarta,
2013
· Taqiyudin
M., M.Pd. Sejarah Pendidikan, Melacak Geneologi Pendidikan Islam di
Indonesia, Bandung ,
Mulia Pers 2008, hal 47
· Tim Redaksi
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus
Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga , Jakarta, Balai Pustaka,
2003, hal. 423
LAMPIRAN
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SIKLUS
I
Nama
Sekolah : SMA Muhammadiyah 1
Jakarta
Mata
Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/II (Genap)
Tahun
Pelajaran : 2012 – 2013
Alokasi
Waktu : 2 x 45’
Jumlah
Pertemuan : 1 Kali Pertemuan
STANDAR KOMPETENSI:
4. Menerapkan
konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi
KOMPETENSI DASAR:
4.1 Dapat
menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.
4.2 Dapat
menganalisis cara perpindahan kalor.
4.3 Dapat
menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah.
INDIKATOR
PENCAPAIAN:
4.1.1 Menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat
gas.
4.1.2 Menguraikan
besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara
kuantitatif.
TUJUAN
PEMBELAJARAN:
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat
gas.
2. Menguraikan
besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara
kuantitatif.
KARAKTER SISWA YANG DIHARAPKAN:
Jujur, Kerjakeras, Mandiri, Demokratis,
Rasa Ingin Tahu, Komunikatif, dan Tanggung Jawab.
KEWIRAUSAHAAN/EKONOMI KREATIF:
Percaya Diri dan Berorientasi Tugas dan
Hasil.
STATEGI
DAN METODE PEMBELAJARAN
·
STRATEGI PEMBELAJARAN : 1. Demonstrasi
2.
Inkuiri Terbimbing
·
METODE PEMBELAJARAN : Diskusi Kelompok
MATERI
POKOK
A. Temperatur
(Suhu)
1. Macam-macam
Skala Termometer
2. Perbandingan
Skala Termometer
3. Pemuaian
Zat
·
Pemuaian Zat Padat
·
Pemuaian Zat Cair
·
Pemuaian Zat Gas
1.
Kegiatan
Awal (10 menit)
Guru membuka pembelajaran dengan do’a bersama,
mengucapkan salam, dan memeriksa kehadiaran siswa.
1.1 Apersepsi
(5 menit)
Setelah membuka pembelajaran, guru memberikan
sebuah apersepsi kepada siswa agar dapat merangsang dan menyatukan hasil
pengalaman yang telah dimilikinya dengan pengalaman belajar sekarang. Dengan
apersepsi ini, guru merangsang siswa dengan mengingatkan kembali pembelajaran
tentang suhu di SMP.
1.2 Motivasi
(5 menit)
Setelah mengingatkan kembali tentang suhu
melalui apersepsi di atas, kemudian guru kembali memotivasi siswa dengan
mengajukan beberapa pertanyaan tentang suhu
sebagai berikut:
1. Apa
yang terjadi pada benda-benda padat jika dipanaskan? Mengapa demikian?
Jelaskan!
2. Apakah
pada proses pemuaian zat cair terjadi pada pemuaian panjang, pemuaian luas, dan
pemuaian volum? Mengapa demikian? Jelaskan!
3. Jika
kita memasukkan mulut balon mainan yang belum ditiup ke dalam mulut botol, lalu
bagian bawah botol kita celupkan ke dalam air panas. Setelah itu, kita celupkan
bagian bawah botol ke dalam air dingin, apa yang terjadi. Dari kedua peristiwa
di atas, apa yang terjadi? Jelaskan keduanya!
2.
Kegiatan
Inti (60 menit)
2.1 Orientasi
(20 menit)
Dalam orientasi guru menjelasakan
topik, tujuan, serta pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk
mencapai tujuan belajar.
2.2 Eksplorasi
(10 menit)
a. Siswa
dibantu oleh guru untuk membuat kelompok belajar.
b. Guru
mendemonstrasikan pelajaran tentang suhu (temperatur). Dalam demonstrasi ini
guru:
1. memanaskan
logam di atas api dalam beberapa menit, tetapi sebelum itu, guru di depan siswa
melakukan pengukuran awal pada logam tersebut. Kemudian guru melakukan
pemanasan logam tersebut. Setelah beberapa menit, logam diangkat, lalu diukur
kembali. Siswa mengamatinya!
2. memasukkan
mulut balon mainan yang belum ditiup ke dalam mulut botol, lalu bagian bawah
botol kita celupkan ke dalam air panas. Setelah itu, guru menyelupkan bagian
bawah botol ke dalam air dingin. Siswa mengamatinya!
c. Siswa
bersama kelompoknya dibimbing oleh guru untuk menyusun konsep melalui kajian
pustaka.
d. Siswa dibimbing
oleh guru untuk merumuskan masalah guna untuk memecahkan persoalan-persoalan
yang mengandung teka-teki melalui bimbingan guru.
e. Siswa dibimbing
oleh guru untuk merumuskan hipotesis atau jawaban sementara dengan menebak atau
mengira-ngira dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.
2.3 Elaborasi
(20 menit)
a. Siswa bersama
kempoknya dibimbing oleh guru dalam mengumpulkan data sebagai aktivitas
menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
b. Siswa dibimbing
oleh guru dalam menguji hipotesis guna proses menentukan jawaban yang dianggap
diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan
pengumpulan data.
c. Siswa dibantu
oleh guru merumuskan kesimpulan guna proses mendeskripsikan temuan yang
diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
2.4 Konfirmasi
(10 menit)
a. Siswa
bersama kelompoknya dibimbing oleh guru untuk mengemukakan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
b. Pada
akhir diskusi guru dapat memberikan koreksi dan penguatan, sehingga siswa dapat
melihat ketidaksesuaian gagasan yang mereka miliki sebelumnya dan mengubahnya
(merekstrukturisasi).
3.
Kegiatan
Akhir (20 menit)
3.1 Refleksi
(15 menit)
a. Guru
melakukan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi terhadap seluruh
proses pembelajaran dan kemudian membagikan angket.
b. Guru
menugaskan siswa untuk mengerjakan beberapa soal tes formatip
c. Guru
menginformasikan bahwa materi pelajaran minggu depan adalah Kalor, Perubahan
Wujud, dan Kapasitas Kalor.
3.2 Penilaian
Sikap/Afektif Terhadap: (5 menit)
a. Partisipasi
siswa selama kegiatan belajar dan pembelajaran berlangsung.
b. Komunikasi
dan kerjasama yang baik bersama kelompoknya.
SUMBER
BELAJAR
1. Marthen
Kanginan. Fisika untuk SMA Kelas X. Erlangga
2. Drajat.
Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Masmedia
3. I Made
Astra dan Hilman Setiawan. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Penerbit Piranti
DarmaKalokatama.
4. Muamar
Suryadin. Fisika “ringkasan materi dan soal latihan” untuk SMA/MA Kelas X.
PENILAIAN
No
|
Indikator Pencapaian
|
Teknik Instrumen
|
Bentuk Instrumen
|
Instrumen Soal
|
1
2
|
Suhu
Menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat gas.
Menguraikan
besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara
kuantitatif.
|
Tes Tertulis
Tes Tertulis
|
Pilihan Ganda
Pilihan Ganda
|
Terlampir
Terlampir
|
PENILAIAN
KOGNITIF
No
|
Hal-hal yang Dinilai
|
Skor Maksimum
|
Perolehan Skor
|
1
|
Aplikasi
|
20
|
|
2
|
Analisa
|
20
|
|
3
|
Jumlah
|
40
|
PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)
No
|
Hal-hal yang Dinilai
|
Skor Maksimum
|
Perolehan Skor
|
1
|
Keaktifan
dalam bertanya
|
0-4
|
|
2
|
Inisiatif
dalam menyelesaikan contoh soal di depan kelas
|
0-4
|
|
3
|
Kerapihan
dalam mencatat hal-hal penting selama proses pembelajaran
|
0-4
|
|
4
|
Bekerjasama
dalam kelompok
|
0-4
|
|
Jumlah
|
16
|
Keterangan:
|
|||
4.
|
Memuaskan
|
3.
|
Baik
|
2.
|
Kurang
baik
|
1.
|
Buruk
|
No comments:
Post a Comment