Thursday, 29 May 2014

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN "BATAS-BATASAN ILMU PENDIDIKAN"

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan hidayah dan karunia-Nya, sehingga laporan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun sebagai tugas kelompok mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan dari hasil kegiatan observasi di SMA MUHAMMADIYAH 1 Kramat, Jakarta.
Namun, kami menyadari laporan ini tidak dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik tanpa  bantuan dari berbagai pihak, Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.        Hj. Sri Rahmiasih, S.Pd. selaku kepala sekolah di SMA MUHAMMADIYAH 1 yang berkenan memberikan ijin untuk mengadakan observasi di sekolah tersebut.
2.        Muamar S.Pd. selaku guru fisika kelas X, XI, XII yang telah bersedia menjadi objek pengamatan sekaligus narasumber untuk observasi.
3.        Dra. Olga D. Pandeirot selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan dan dukungan.
4.        Orang tua yang telah memberikan dukungan baik material maupun spiritual.
5.        Kerja keras dari satu kelompok yang telah bekerja sama dalam kegiatan observasi.
6.        Teman- teman yang banyak memberikan masukkan dan informasi, juga kepada semua pihak yang tidak dapat  disebutkan satu per satu.
Saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan laporan observasi ini karena kami menyadari bahwa laporan observasi ini masih banyak kekurangan. Semoga laporan observasi ini memberi manfaat bagi pembacanya.

Jakarta, 22 Febuari 2014


penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI 
BAB I : PENDAHULUAN 
A.   Latar Belakang 
B.    Tujuan 
C.    Identitas Sekolah 
D.   Pelaksanaan Observasi 
E.    Rumusan Masalah 
F.    Pelaksanaan Observasi / Wawancara 
BAB II : PEMBAHASAN
A.   Latar Belakang 
               I.         Pendidikan Sebagai Suatu Ilmu 
             II.         Sifat-sifat Ilmu Pendidikan 
           III.         Pertanggung Jawaban Ilmiah/Sifat Keilmuan dari Ilmu Pendidikan 
           IV.         Hubungan Antara Teoritis dan Praktis Pada Ilmu Pendidikan 
BAB III : PENUTUP 
A.   Kesimpulan 
DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN  1






  



 
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu factor penting yang dapat digunakan merealisasi bakat-bakat yang dibawa manusia sejak lahir (talenta, teori konvergensi). Akhir dari keadaan masyarakat yang seperti itu adalah pencapaian cita-cita bangsa sesuai dengan isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4 ayat 1 yang diantara lain disebutkan . . . memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan  mensejahterahkan bangsa menurut UU No. 2 tahun 1989 pasal 4 dapat juga diperoleh melalui usaha membangun manusia seutuhnya, artinya beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi perkerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggung jawab terhadap masyarakat dan kebangsaan.
Pendidikan dalam arti luas tidak hanya yang bersifat klasikal (formal) tetapi juga yang tidak klasikal (non fomal), keduanya harus terpadu, saling mengisi, berkelanjutan atau kontinu dan tidak pernah berhenti sampai ahkir hayat (pendidikan sepanjang hayat dan UU No. 2 tahun 1989 pasal 10).

 I.     Pendidikan Sebagai Suatu Ilmu
Perkembangan pemikiran manusia dalam memberikan batasan tentang makna dan pengertian pendidikan, setiap saat selalu menunjukkan adanya perubahan. Perubahan itu didasarkan atas berbagai temuan dan perubahan di lapangan yang berkaitan dengan semakin bertambahnya komponen sistem pendidikan yang ada. Berkembangnya pola pikir para ahli pendidikan, pengelola pendidikan dan pengamat pendidikan yang membuahkan teori-teori baru.
Ilmu  ialah, pengetahuan yang telah diuji kebenarannya, membahas tentang hal-hal yang dapat diamati (observebal), usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistema mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki (alam, manusia dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu penginderaan manusia itu, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.
Ciri-ciri ilmu terdapat empat macam, antara lain jelas objeknya (mempunyai ontologis ilmu), mempunyai metode/cara tertentu (epistimologi ilmu), bersifat sistematis, bersifat universal, mempunyai kegunaan bagi kesejahteraan hidup manusia (aksiologis ilmu).
A.   Objek ilmu pendidikan adalah:
1.     Objek materi ialah apa yang di pelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan.
2.     Objek formal ialah cara pendekatan yang dipakai atas objek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan/mengkhususkan bidang.
B.    Metode ilmu pendidikan atau epistimoloigi ilmu pendidikan:
1.     Metode deduktif dan metode induktif, artinya pertama-tama menggunakan analisis teoritis dalam membentuk kerangka berpikir dan hipotesis kemudian hipnotesis diuji secara induktif yaitu dibuat suatu generalisasi dengan mengadakan verifikasi dilapangan.
2.     Objek formal adalah situasi pendidikan pergaulan yang bersifat khusus antara orang dewasa dan anak yang belum dewasa yang bertujuan untuk mendewasakan anak.
C.    Bersifat sistimatis
Bersifat sistimatis artinya penjelasan-penjelasan diuraikan dalam suatu rangkaian yang menyeluruh, yang bagian-bagiannya saling berketergantungan dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.
D.   Bersifat universal
Maksud disini adalah secara umum berlaku dimana saja.
E.    Mempunyai dasar aksiologis ilmu
Mempunyai kegunaan dan nilai-nilai dalam membangun kehidupan manusia.


II.         Sifat-sifat Ilmu Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, dan sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna. Atau juga bisa diartikan suatu usaha yang dilakukan orang dewasa dalam situasi pergaulan dengan anak-anak melalui proses perubahan yang dialami anak-anak dalam bentuk pembelajaran atau pelatihan dan perubahan itu meliputi pemikiran (kognitif), perasaan (afektif) dan keterampilan (psikomotorik).
Sifat-sifat ilmu pendidikan bersifat:
1.     Terbuka, memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain mencapai tujuannya (psikologis, antropologis, social, kebudayaan, ekonomi, filsafat, politik, ideology).
2.     Teoritis, mengakaji bidang keilmuannya secara luas (profesional)  sampai hal-hal yang sekecil-kecilnya atau atomistic.
3.     Praktis/terapan, teori-teori yang dikaji digunakan untuk melancarkan proses pendidikan.
4.     Normatif memiliki ciri-ciri dasar atau aturan yang mendukung aturan-aturan dasar yang sudah baku.
5.     Deskriptif, menggambarkan seluruh peristiwa belajar dengan tepat atau apa adanya atau tidak dimanipulasi dan mulai siapa siswa, apa yang telah diajarkan sampai nilai yang diberikan harus betul-betul menggambarkan perolehan hasil belajar anak.


III.         Pertanggung Jawaban Ilmiah/Sifat keilmmuan dari Ilmu Pendidikan
Pertanggung jawaban  yang perlu diperhatikan adlaah menyangkut tentang aktivitas/perbuatan/action mendidik hendaknya tidak terlepas dari kegiatan ilmiah yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi semuanya bersifat sistematis, menggunakan metode-metode khusus dan hasilnya adanya perubahan sikap dan tingkah laku yang tampak (progresif, positif, dan produktif).
Semua tugas perlu dipertanggungjawabkan termasuk ilmu pendidikan. Pertanggung jawabannya harus dapat dikembalikan pada tujuan yang akan dicapai dan pengatasan kendala-kendala yang muncul.


IV.         Hubungan Antara Teoritis dan Praktis Pada Ilmu Pendidikan
Pada dasarnya semua ilmu dapat dibagi menjadi 2 yaitu ilmu murni dan ilmu terapan.
·      Ilmu Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas atau mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam.
·      Imu Terapan
Ilmu terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan).

Perbedaan Ilmu Pengetahuan Murni dan Terapan:
* Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru. Misalnya, penelitian mata manusia.
* Sedangkan Ilmu Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan mencari solusi dari sebuah masalah. Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi perkembangan ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Hubungan Antara Teoritis(Ilmu Murni) dan Praktis(Ilmu Terapan)   
Pada Ilmu Pendidikan (Teknologi)
Ilmu pengetahuan murni (Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan Ilmu pengetahuan terapan(teknologi) merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Didalam pendidikan mengajar terhadap anak ada belajar formal, non formal, dan in formal. Ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah yang menyelidiki.
Pendidikan, suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, dan sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna. Atau juga bisa diartikan suatu usaha yang dilakukan orang dewasa dalam situasi pergaulan dengan anak-anak melalui proses perubahan yang dialami anak-anak dalam bentuk pembelajaran atau pelatihan dan perubahan itu meliputi pemikiran (kognitif), perasaan (afektif) dan keterampilan (psikomotorik).
Keaktifan siswa dalam proses belajar dipengaruhi dari metode  pembelajaran yang dipilih oleh guru dan bagaimana cara guru membuat siswa tertarik dalam mengikuti pelajaran. Maka guru dalam menyampaikan materi kepada siswa harus berfariasi. Jika siswa menyenangi pelajaran yang diberikan oleh guru, maka siswa akan semangat dan aktif dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga guru harus bisa memahami kondisi belajar maupun siswa yang akan diajar. Sehingga siswa bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik.


































DAFTAR PUSTAKA

·      N.K, Roestiyah, 1990.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
·      Sanjaya, Wina, 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media Prenada.
·      Driyarka, 1980. Tentang Pendidikan, Yogyakarta: Kanisius
·      Langeveld, mj 1960. Paedagogik Teoritis Sistematis (terjemahan), Bandung: Jenmars
·      Bernadib, Sutan Imam, Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis, Yogyakarta, FIP IKIP, 1986
·      Martina Meilanie, Sri, Pengantar Ilmu Pendidikan,  Jakarta: Universitas Negri Jakarta, 2013
·      Taqiyudin M., M.Pd. Sejarah Pendidikan, Melacak Geneologi Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung , Mulia Pers 2008, hal  47
·      Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga , Jakarta, Balai Pustaka,  2003, hal. 423















LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SIKLUS I

Nama Sekolah             : SMA Muhammadiyah 1 Jakarta
Mata Pelajaran            : Fisika
Kelas/Semester            : X/II (Genap)
Tahun Pelajaran          : 2012 – 2013
Alokasi Waktu            : 2 x 45’
Jumlah Pertemuan       : 1 Kali Pertemuan

STANDAR KOMPETENSI:
4.      Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi

KOMPETENSI DASAR:
4.1   Dapat menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.
4.2   Dapat menganalisis cara perpindahan kalor.
4.3   Dapat menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah.

INDIKATOR PENCAPAIAN:
4.1.1   Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat gas.
4.1.2   Menguraikan besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara kuantitatif.

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
1.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat gas.
2.      Menguraikan besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara kuantitatif.

KARAKTER SISWA YANG DIHARAPKAN:
Jujur, Kerjakeras, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Komunikatif, dan Tanggung Jawab.


KEWIRAUSAHAAN/EKONOMI KREATIF:
Percaya Diri dan Berorientasi Tugas dan Hasil.


STATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN
·        STRATEGI PEMBELAJARAN            : 1. Demonstrasi
  2. Inkuiri Terbimbing
·        METODE PEMBELAJARAN  : Diskusi Kelompok

MATERI POKOK
A. Temperatur (Suhu)
1.     Macam-macam Skala Termometer
2.     Perbandingan Skala Termometer
3.     Pemuaian Zat
·        Pemuaian Zat Padat
·        Pemuaian Zat Cair
·        Pemuaian Zat Gas

1.      Kegiatan Awal (10 menit)
Guru membuka pembelajaran dengan do’a bersama, mengucapkan salam, dan memeriksa kehadiaran siswa.
1.1    Apersepsi (5 menit)
Setelah membuka pembelajaran, guru memberikan sebuah apersepsi kepada siswa agar dapat merangsang dan menyatukan hasil pengalaman yang telah dimilikinya dengan pengalaman belajar sekarang. Dengan apersepsi ini, guru merangsang siswa dengan mengingatkan kembali pembelajaran tentang suhu di SMP.

1.2    Motivasi (5 menit)
Setelah mengingatkan kembali tentang suhu melalui apersepsi di atas, kemudian guru kembali memotivasi siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan tentang suhu sebagai berikut:
1.   Apa yang terjadi pada benda-benda padat jika dipanaskan? Mengapa demikian? Jelaskan!
2.   Apakah pada proses pemuaian zat cair terjadi pada pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volum? Mengapa demikian? Jelaskan!
3.   Jika kita memasukkan mulut balon mainan yang belum ditiup ke dalam mulut botol, lalu bagian bawah botol kita celupkan ke dalam air panas. Setelah itu, kita celupkan bagian bawah botol ke dalam air dingin, apa yang terjadi. Dari kedua peristiwa di atas, apa yang terjadi? Jelaskan keduanya!


2.      Kegiatan Inti (60 menit)
2.1    Orientasi (20 menit)
Dalam orientasi guru menjelasakan topik, tujuan, serta pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan belajar.

2.2    Eksplorasi (10 menit)
a.       Siswa dibantu oleh guru untuk membuat kelompok belajar.
b.      Guru mendemonstrasikan pelajaran tentang suhu (temperatur). Dalam demonstrasi ini guru:
1.       memanaskan logam di atas api dalam beberapa menit, tetapi sebelum itu, guru di depan siswa melakukan pengukuran awal pada logam tersebut. Kemudian guru melakukan pemanasan logam tersebut. Setelah beberapa menit, logam diangkat, lalu diukur kembali. Siswa mengamatinya!
2.       memasukkan mulut balon mainan yang belum ditiup ke dalam mulut botol, lalu bagian bawah botol kita celupkan ke dalam air panas. Setelah itu, guru menyelupkan bagian bawah botol ke dalam air dingin. Siswa mengamatinya!
c.     Siswa bersama kelompoknya dibimbing oleh guru untuk menyusun konsep melalui kajian pustaka.
d.      Siswa dibimbing oleh guru untuk merumuskan masalah guna untuk memecahkan persoalan-persoalan yang mengandung teka-teki melalui bimbingan guru.
e.       Siswa dibimbing oleh guru untuk merumuskan hipotesis atau jawaban sementara dengan menebak atau mengira-ngira dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.

2.3    Elaborasi (20 menit)
a.       Siswa bersama kempoknya dibimbing oleh guru dalam mengumpulkan data sebagai aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
b.      Siswa dibimbing oleh guru dalam menguji hipotesis guna proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
c.       Siswa dibantu oleh guru merumuskan kesimpulan guna proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

2.4    Konfirmasi (10 menit)
a.       Siswa bersama kelompoknya dibimbing oleh guru untuk mengemukakan hasil penyelidikannya di depan kelas.
b.      Pada akhir diskusi guru dapat memberikan koreksi dan penguatan, sehingga siswa dapat melihat ketidaksesuaian gagasan yang mereka miliki sebelumnya dan mengubahnya (merekstrukturisasi).

3.      Kegiatan Akhir (20 menit)
3.1    Refleksi (15 menit)
a.       Guru melakukan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi terhadap seluruh proses pembelajaran dan kemudian membagikan angket.
b.      Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan beberapa soal tes formatip
c.       Guru menginformasikan bahwa materi pelajaran minggu depan adalah Kalor, Perubahan Wujud, dan Kapasitas Kalor.

3.2    Penilaian Sikap/Afektif Terhadap: (5 menit)
a.     Partisipasi siswa selama kegiatan belajar dan pembelajaran berlangsung.
b.     Komunikasi dan kerjasama yang baik bersama kelompoknya.

SUMBER BELAJAR
1.      Marthen Kanginan. Fisika untuk SMA Kelas X. Erlangga
2.      Drajat. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Masmedia
3.      I Made Astra dan Hilman Setiawan. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Penerbit Piranti DarmaKalokatama.
4.      Muamar Suryadin. Fisika “ringkasan materi dan soal latihan” untuk SMA/MA Kelas X.

PENILAIAN
No
Indikator Pencapaian
Teknik Instrumen
Bentuk Instrumen
Instrumen Soal

1





2




Suhu
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat, zat cair, dan zat gas.

Menguraikan besar pemuaian (panjang, luas, dan volume) pada berbagai zat secara kuantitatif.

Tes Tertulis
                    




Tes Tertulis






Pilihan Ganda
                    



Pilihan Ganda



Terlampir





Terlampir






PENILAIAN KOGNITIF
No
Hal-hal yang Dinilai
Skor Maksimum
Perolehan Skor
1
Aplikasi
20

2
Analisa
20

3
Jumlah
40



PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)
No
Hal-hal yang Dinilai
Skor Maksimum
Perolehan Skor
1
Keaktifan dalam bertanya
0-4

2
Inisiatif dalam menyelesaikan contoh soal di depan kelas
0-4

3
Kerapihan dalam mencatat hal-hal penting selama proses pembelajaran
0-4

4
Bekerjasama dalam kelompok
0-4


Jumlah
16


Keterangan:
4.
Memuaskan
3.
Baik
2.
Kurang baik
1.
Buruk












No comments:

Post a Comment